Siapa saja target korban Social Engineering? Pertanyaan ini wajib kita ketahui jawabannya, sebab bisa saja kita menjadi target korban Social Engineering seorang Hacker berikutnya. Kita harus selalu berhati-hati bila menerima informasi baru yang tak diketahui fakta resminya.

Sobat Kepo, perlu untuk Sobat ingat bahwa Social Engineering merupakan teknik pencurian atau pengambilan data / informasi rahasia dari seseorang dengan menggunakan pendekatan manusawi berupa interaksi sosial. Teknik hacking ini mencuri informasi dengan memanfaatkan kelemahan manusia. 

Manusia yang seperti apa targetnya? Yuk disimak pembahasannya Sobat..!!

Manusia yang LEMAH karena KUAT Empatinya

Pada umumnya target korban Social Engineering ialah manusia yang memiliki rasa empati yang tinggi untuk menolong orang lain. Apabila manusia yang bersifat demikian dimintai data atau informasi dari seseorang yang sedang tertimpa musibah atau sedang dalam kondisi darurat membutuhkan pertolongan; biasanya manusia yang mudah berempati itu akan langsung memberikan data yang dimintai. 

Manusia yang Tinggi Rasa Percayanya

Kemudian, korban berikutnya ialah manusia yang tinggi rasa percayanya. Apabila ia dimintai informasi oleh teman akrab, rekan sejawat, saudara atau sekretaris / pimpinannya; maka ia akan langsung memberikan informasi tanpa ada rasa curiga.

Manusia yang MUDAH Takut

Pada kasus ini, contohnya ialah apabila seorang karyawan dimintai data oleh pimpinannya; maka ia akan langsung memberikannya tanpa ada rsa sungkan sama sekali.

Siapa saja Target Korban Social Engineering?
Sumber: Freepik

Berkaca dari manusia-manusia di atas, Siapa saja target korban Social Engineering?

Target korban Social Engineering 

Menurut studi dari data, secara statistik setidaknya ada lima kelompok individu yang sering menjadi korban serangan Social Engineering, yaitu :

  1. Receptionist dan/atau Help Desk sebuah perusahaan, karena mereka merupakan pintu masuk ke dalam organisasi yang relatif memiliki data/informasi lengkap mengenai personel yang bekerja dalam lingkungan perusahaannya.
  2. Pendukung teknis dari divisi teknologi informasi – khususnya mereka yang melayani pimpinan dan manajemen perusahaan, karena mereka biasanya memegang kunci  akses penting ke data dan informasi rahasia, berharga, dan strategis.
  3. Administrator sistem dan pengguna komputer, sebab mereka memiliki otoritas untuk mengelola manajemen password dan account semua pengguna teknologi informasi di perusahaan.
  4. Mitra kerja atau vendor perusahaan yang menjadi target, karena mereka adalah pihak yang menyediakan berbagai teknologi beserta fitur dan kapabilitasnya yang dipergunakan oleh segenap manajemen dan karyawan perusahaan.
  5. Karyawan baru yang masih belum terlalu paham dengan prosedur standar keamanan informasi  di perusahaannya.

SEMOGA BERMANFAAT YA SOBAT SEMUA.!!

Sumber: Buku “Trik Bobol Jaringan Wireless, Cara Mudah Mendapatkan Wifi Gratis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *