Instagram Story – Mengunggah instagram story merupakan aktivitas lumrah dilakukan pada saat ini. Nah, sobat juga pasti sering melakuannya juga dong ya, salah satu fitut dari intagram ini. Sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu instastory memang sukses untuk memikat banyak orang bahkan mengalahkan pendahulunya yaitu snapchat. Tapi masalahnya fitur instastory ini memiliki kekurangan yang bisa buat sobat jadi kesal, terlebih sobat kepo yang menggunakan gadget yang berbasis android. Iya, video atau foto yang di upload hampir selalu punya kualitas jelek dan kelihatan burem plus patah-patah. Nyebelinnya lagi, penurunan kualitas ini ternyata paling kelihatan pada post yang diupload lewat gadget berbasis android.
Masalah penurunan kualitas ini ternyata berasal dari batasan yang diterapkan Instagram pada sistemnya. Untuk lebih menghemat data, dan ukuran video, Instagram secara otomatis menurunkan kualitas video yang di upload yang maksimal sizenya 15 MB dan ini juga yang secara gak langsung jadi keunggulan buat android karena memerlukan data yang lebih sediki buat upload di Intastory.
Proses kompresi ini yang akhirnya bikin kualitas video menurun dan menjadi pecah sebab, belum tentu format hasil konversinya sesuai dengan data video yang dihasilkan kamera. Nih, buat yang pengin tahu detil format yang digunakan Instagram.
Size: maximum width 1080 pixels (any height)
Frame Rate: 29.96 frames per second
Codec: H.264 codec / MP4
Bit rate: 3,500 kbps video bitrate
Audio: AAC audio codec at 44.1 kHz mono
Length: 60 seconds
Filesize: 15MB

Perbedaan Efisiensi OS

Selain faktor kompresi, ternyata iPhone dan Android juga berbeda dalam urusan setting framerate perekaman video. Pada gadget iOS, framerate video cenderung lebih stabil, sementara program kamera di gadget berbasis Android justru kurang konsisten dan berubah-ubah sesuai pencahayaan. 

Soal kualitas? Ya secara teori harusnya lebih optimal gadget yang berbasis Android, karena kualitas pencahayaan yang diperoleh bisa lebih stabil. Tapi efeknya, frame-rate yang tidak konsisten ini malah membuat hasil video terlihat patah-patah saat di konversi.

Oh iya, penyebab lainnya juga berasal dari efisiensi sistem pada device iOS dan Android. FYI, Instagram versi Android punya 38% lebih banyak baris kode dibanding dengan versi iOS. Selain itu, faktor yang mempengaruhinya juga disebabkan banyaknya jenis dan pabrikan smartphone berbasis  Android juga membuat penyesuaian sistem lebih sulit dibanding iOS yang gadgetnya hanya memiliki lebih sedikit tipenya.

Solusinya? 

Untuk mengatasinya, sejauh ini belum ada metode yang benar-benar optimal. Namun, karena Instagram juga terus memperbarui sistem, rasanya update ke versi terbaru bakal cukup membantu buat pengguna Android kedepannya. 

kemudian sobat juga bisa merekam video dengan menggunakan aplikasi kamera biasa terlebih dahulu dan kemudian upload keinstagram.

Atau bagi sobat yang mau agak lebih repot mengonversi video kedalam format sesuai dengan format yang digunakan instagram, kamu bisa mengatur sendiri settingan kamera yang kamu gunakan saat merekam video atau mengambil foto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *